Minggu, 13 Maret 2016

Cinta (Kami) seperti Sepasang Anjing dan Kucing

Oleh M. Aan Mansyur (Kukila)


"Sepi digigit anjing tetangga lagi. Ekornya nyaris putus."

SEMALAM, ibuku mengirim pesan pendek. Ia sangat mencintai Sepi-salah satu kucingnya. Kalau berada di Balikpapan, aku sering bermain-main dengan Sepi. Kami, aku dan ibuku, sama-sama pecinta kucing. Sejak ayahku pergi, ibuku memelihara kucing. Sekarang ia punya 27 ekor kucing. 

 Ketika membaca pesan pendek ibuku, aku teringat Nanti. Ia pecinta anjing. Nanti punya empat ekor anjing. Ibuku sangat menyukai Nanti. Ia ingin aku menikahinya. Ibuku belum tahu aku dan Nanti sudah putus.

 Aku ingat percakapanku dengan Nanti, suatu hari di meja makan, di rumahnya. Bukan percakapan, sebenarnya. Ia bercakap dengan senyumku. Sepanjang perbincangan, aku cuma tersenyum. 

 "Kenapa ya, ada orang yang senang menceritakan keburukan mantannya?"

 Ia bertanya sambil mengelap tangannya.

 "Mereka terlihat begitu membenci pilihan mereka sendiri," katanya lagi.

 Aku tersenyum. Aku selalu hanya tersenyum ketika Nanti bertanya seperti itu. Kadang-kadangn ia butuh pendengar ketika bicara kepada dirinya sendiri. Ia tiba-tiba menatapku yang sedang menatapnya.

 "Jika kita berpisah nanti, kamu akan seperti mereka?"
 Jelas itu pertanyaan untukku., tetapi aku diam. Aku menyodorkan senyum sebagai jawaban.

 "Mohon jangan melakukannya," katanya lagi.

 Beberapa saat kami diam. Aku membantunya membereskan meja makan.

 "Kelak, jika ada yang bertanya kenapa kita berpisah, tapi semoga tidak berpisah, katakan saja kita seperti anjing dan kucing," katanya ketika kami beranjak ke ruang tengah.


***

Aku penasaran, jangan-jangan hubunganku dan Nanti dulu memang seperti kucing dan anjing. Aku sering melihat anjing dan kucing akrab. Sangat akrab. Tetapi, seakrab apa pun mereka, kucing tetap kucing dan anjing tetap anjing. Mereka tidak bisa bersatu, kecuali dalam kartun Nickelodeon, CatDog. Dulu, kami sering menonton film itu.

 Aku membuka Google dan mencari gambar kucing dan anjing yang akrab. Aku mau mengirimnya ke telepon genggam ibuku. Aku tidak mau ibuku bermasalah dengan tetangga karena Sepi.

 Seperti biasa, ketika membuka Google. aku sering susah menghentikan diri sendiri untuk klak-klik link. Niatnya cuma mau cari gambar kucing, aku malah menemukan satu artikel yang menurutku lucu. Berbahasa Inggris. Aku menerjemahkannya menggunakan bantuan alat penerjemah Google. Kemampuan bahasa Inggris ibuku cuma setingkat atau dua tingkat di bawah kemampuanku. Aku membuat kesimpulan untuk artikel itu-semacam poin-poin.

Hal-Hal yang Bisa Kamu Pelajari dari Kucing

  1. Berbahagialah melihat orang yang kamu cintai.
  2. Bersemangatlah untuk menjawab rasa penasaranmu sendiri kepada hal-hal baru.
  3. Jangan pernah meremehkan kekuatan pujian.
  4. Jangan takut menunjukkan sukacita. Jika kamu senang, tunjukkan.
  5. Tidur sianglah dan lakukan peregangan ketika bangun.
  6. Bersetialah!
  7. Pada siang hari, ketika panas menyengat, bersantailah di bawah pohon.
  8. Milikilah mainan favorit.
  9. Jangan menyimpan dendam.
  10. Tidurlah dalam posisi yang menurutmu paling nyaman.
  11. Garuk gatalmu sendiri.
  12. Lindungilah orang-orang yang kamu cintai.
  13. Terimalah pujian dan perhatian dengan tulus.

Hal-Hal yang Bisa Kamu Pelajari dari Seekor Anjing

  1. Istirahat dan relaksasi adalah kunci menuju kebahagiaan, dan jangan bekerja terlalu keras.
  2.  Selalu sisihkan waktu untuk tidur bermalas-malasan seperti kucing.
  3. Malam hari adalah waktu yang menyenangkan untuk berbagi dengan keluarga. Sempatkan bermain dengan anak-anakmu.
  4. Habiskan waktu dengan orang yang kamu cintai, terutama saat mereka bekerja. Duduklah di dekat komputernya dan mendengkurlah kalau perlu, sesekali kamu boleh mengacaukan keyboard-nya.
  5. Tunjukkan kepada orang-orang yang kamu cintai bahwa kamu mencintai mereka.
  6. Tunjukkan keriangan ketika mendapatkan hadiah.
  7. Nikmatilah sinar matahari.
  8. Jagalah kamar mandi tetap bersih.
  9. Sesekali duduklah di beranda dan nikmatilah pemandangan.
  10. Bersikaplah mandiri.
  11. Jangan mau melakukan semua yang orang minta.
  12. Tetap tenang. Jika kamu tidak ingin melakukan sesuatu, tidak perlu berdebat.
  13. Jangan takut jika sesekali melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda. Duduklah di rak buku atau mengintiplah dari kolong kursi.

AKU menelepon ibuku. Kubacakan artikel yang baru kuterjemahkan. Ia tertawa.
 
 Sebelum aku mengakhiri pembincangan, ia bertanya soal Nanti.

 "Kami sudah putus, Bu."

 Akhirnya, aku mengatakannya. Aku sudah menyembunyikan kabar buruk itu selama sebulan.

 "Kenapa kalian putus?"

 "Karena cinta kami seperti sepasang anjing dan kucing."

 Ibuku diam beberapa menit--entah apa yang ia pikirkan.

 "Bagaimana kabar Sepi, Bu?"

 "Lukanya sudah kering," katanya.

***