Minggu, 20 September 2015

Dont Trust Me

I wanna hear your playlist and your hiss.
Perhaps, listening the sound of your beat is a bliss
I want to know what kind of sadness you are, or dream that u put in a lullaby.
Give me some songs of innonce to avoid hurt
But don’t give me your heart.
Don’t trust me.

Tell me, about the singing poem  in your mind.
Let your lip move, speak about the tale of broken promises.
Why you don’t like to recount about the long hair that connect your notes?
About you, who longing the tone of her step and story?
But don’t say anything about love.

Don’t trust me.

Selasa, 08 September 2015

Dear Tari, Perempuan Misterius yang Jatuh Cinta Pada Masa Lalu

    Saya mau ber-HIGH FIVE dengan Kak Tari. Ini kali kedua saya menengok blog-nya. Pertama, waktu dia me-review blog saya dan kedua adalah kebalikannya. Berhubung blog kami sepertinya sama sederhananya maka saya ingin melakukan tos. Milik saya bahkan tidak punya kategori. Kategori pertama yang saya buka adalah Tak Berkategori. Sesuatu yang sulit dideskripsikan kadang kala ada sesuatu yang benar-benar bersifat pribadi oleh seseorang. Saya lalu menemukan laman yang berjudul Dear Kamu, Wanita yang Sedang Jatuh Cinta. Protes pertama saya adalah, saya benar-benar tidak menyukai penyebutan “wanita”, saya lebih suka menggunakan kata “perempuan”. Alasannya, Wanita itu berasal dari kata want it yang artinya barang yang diinginkan sedangkan perempuan terdiri dari kata per-empu-an atau yang berarti yang dimuliakan. Sila dicek, semoga saya tidak salah. Kepada siapapun perempuan yang kau tujukan dalam tulisan itu, saya ucapkan selamat jatuh cinta dan jangan pernah takut jatuh cinta. Hehehe.

   Kategori kedua yang saya buka adalah cerpen, berhubung saya suka tulisan fiksi. Saya lalu menebak, ini tulisan rangkaian kata-kata tugas menulis. Semoga tidak salah soalnya tidak ada keterangan soal itu. Hati cukup berdesir membacanya. Oh iya, dari tulisan Kak Tari tentang blog Kak Nana saya berharap tulisan puitik Anda tidak sebatas di catatan kecil atau handphone. Ayo di-publish. Macam saya yang kelebihan percaya diri. Menurut saya, menulis di tempat umum merupakan satu cara merevisi diri sendiri. Malu mengirim tulisan ke media massa maka blog adalah pilihan terbaik, berharap ada yang begitu telaten membaca dan mengkritik. Walaupun sampai saat ini trafik pembaca blog saya sangat kurang. Hahaha. Well, practice makes perfect! Maka dari itu saya ikut grup Kelas Menulis Kepo.

   Lalu saya melihat isi kategori curhat-curhatan. Sebenarnya personality itu mudah dilihat dari curhatan seseorang. Tapi Kak Tari cuma menerbitkan satu laman di kategori ini dengan tema umum. Tak ada yang banyak mampu ku tangkap selain perempuan yang jatuh cinta pada masa lalunya seperti kebanyakan perempuan lainnya.

    Ohiya, apa maksud dari tulisan Kue Jahe? FYI, saya juga tidak menemukan biodata Kak Tari, foto bahkan social media. Sepertinya Kak Tari memang tipe yang misterius yang juga nampak dari tulisan-tulisannya. Saya hanya tahu, kak Tari kuliah di jurusan Sastra Indonesia. Semoga kita segera berkenalan ya.

Rabu, 02 September 2015

Lelaki Pemeluk Bumi

Karakter seseorang mampu kita tebak dengan fasih lewat tulisan-tulisannya. Belakangan saya baru menyadari hal ini, kemudian malu atas tulisan sendiri. Kira-kira apa yang terbaca oleh orang tentang saya ketika melihat tulisan saya yang agak-agak sendu dan curahan hati terselubung yang berlebihan. Agak bersyukur juga bisa ikut program kelas menulis #Batusekam. Setidaknya, saya bisa membaca pikiran orang terhadap tulisan-tulisan saya. Selain itu, yang menguntungkan dari #Batusekam adalah kau tidak hanya membaca tulisannya, tapi juga menebak seseorang dari pola-pola dan gambar yang dia pilih untuk menghiasi blognya.


Seperti misalnya blog milik Kak Enal. Boleh di cek : https://enalgattuso8.wordpress.com/ Membuka blognya langsung saja terlintas bahwa beliau pecinta tanaman. Terlihat dari gambar headernya dan tagline header (Jadikan Duniamu, Duniaku, Dunia Kita Menjadi Hijau). Setelah membaca beberapa tulisan Kak Enal saya langsung berkesimpulan kalau dia terbiasa menyajikan informasi dan data. Tulisan-tulisannya semacam hasil penelitian. Ohiya, apakah Kak Enal sering menulis di media? Sekali-kali bolehlah dikirim. Kak Enal cukup cakap menggambarkan keadaan atau peristiwa semacam jurnalis. Maaf ya, saya menebak kalau Kak Enal juga sepertinya pribadi yang agak kaku. Haha.


Saya sebenarnya lebih senang membaca hal-hal yang personal dari seseorang jadi saya langsung mengklik kategori personality sebagai pilihan pertama. Entah mengapa, saya belum benar-benar menemukan hal yang personal di kategori itu. Tapi, foto-fotonya keren, Kak. Semacam merentangkan tangan namun sekaligus memeluk. Saya curiga, Kak Enal ini salah seorang Bender. *krikkrik. Sayangnya saya tidak menemukan foto utuh yang menunjukkan wajah. Hanya dada, tiba-tiba saya lapar *eh. Hahaha.



Intinya, di blog Kak Enal, Anda dengan mudah mendapatkan informasi tentang tanaman dan daerah-daerah yang pernah dia kunjungi. Ceritanya cukup spesifik dan juga ada foto-fotonya. Soal tampilan blog, saya tidak berani bilang apa-apa berhubung blog saya juga cukup mengkhawatirkan. Ditunggu tulisan-tulisan berikutnya, Kak.