Sabtu, 31 Mei 2014

The Curious Case Of Benjamin Button









Judul Buku            : Kisah Aneh Benjamin Button

Judul Asli              : The Curious Case Of Benjamin Button

Penulis                  : F. Scott Fitzgerald

Penerjemah           : Fanny Chotimah

Penerbit                 : KATTA

Tahun Terbit          : 2010

Jumlah Halaman   : 96hlm.

ISBN                     : 978-979-1032-48-3

Blurb:
Hildegarde melambai-lambaikan bendera sutera besar, menyapanya di teras. Saat Benjamin menciumnya, ia merasa dengan kedalaman hati bahwa tiga tahun sudah diambil dari mereka. Dia adalah seorang wanita yang empatpuluh tahun sekarang. Dengan samar, tampak pertempuran garis uban di kepalanya. Pemandangan itu membuat Benjamin tertekan.
Sampai dikamarnya, ia melihat bayangan yang dikenalnya di cermin. Ia pergi mendekat dan memeriksa wajahnya sendiri dengan kecemasan, membandingkan foto dirinya berseragam yang diambil sebelum berperang.

“Ya Tuhan!” katanya keras. Proses ini terus, tidak bisa diragukan lagi. Sekarang ia tampak seperti orang berusia tiga puluh tahun. Bukannya senang, ia malah merasa gelisah. Ia tumbuh muda. Hingga fenomena mengerikan yang ditandai kelahirannya sedang akan berhenti berfungsi. Dia bergidik. Takdirnya sungguh luar biasa mengerikan.

       Untuk menambah ketidakberdayaannya, ia menyadari bahwa abad baru semakin dekat, kehausan akan kesenangan semakin kuat. Tak pernah sebuah acara apa pun di Baltimore dilewatkannya. Berdansa dengan wanita muda tercantik yang sudah menikah, dengan penuh pesona. Sementara, istrinya tampak seperti seorang janda culas. Duduk diantara pengantarnya, menjadi angkuh karena penolakan. Sekarang mengikutinya dengan serius, bingung, dan mata mencela.

“Lihat!” orang akan berkomentar. “Sayang sekali, seorang pemuda seusia itu terikat pada seorang perempuan empat puluh lima tahun. Ia harus dua puluh tahun lebih muda dari istrinya.”
Mereka sudah lupa, sebagian orang-orang pasti lupa, yang mestinya ingat pada kejadian tahun 1880. Semua orang juga berkomentar sama tentang hal ini, pasangan sakit yang cocok.

Review:
Ketika mulai memahami cerita ini ditengah-tengah buku, terbersit pikiran bahwa ide cerita yang mungkin jarang sekali terpikirkan oleh orang lain. Suatu waktu kehidupan kita bisa saja terbalik seperti yang digambarkan dalam cerita. Buku ini menceritakan tentang seseorang bernama Benjamin Button yang terlahir aneh. Sejak lahir, wajahnya menampakkan usia yang sangat tua, berbeda dengan bayi-bayi yang lahir normal pada umumnya. Ayahnya sangat terkejut ketika melihat perawakan anaknya yang baru lahir. Dia merasa malu, takut apa yang akan orang-orang katakana jika dia berjalan bersama anaknya yang berwajah tua itu. Namun, lama kelamaan orang tuanya mulai terbiasa dengan keadaan Benjamin Button tersebut dan memaksa memperlakukan Benjamin seperti anak normal. Mereka memasukkan Benjamin ke sekolah dengan berusaha menyamarkan wajah aslinya. Benjamin sendiri lebih senang dan nyaman bermain bersama kakeknya. Suatu hari, ayahnya mengajaknya ke sebuah pesta dansa dan tiba-tiba saja Benjamin menemukan jodohnya. 

“Suplemen Koran Minggu New York memberitakan kasus ini  dengan sketsa yang menarik, menggambarkan kepala Benjamin Button terlampir untuk ikan, untuk ular, dan akhirnya menjadi kuningan yang padat. Ia menjadi terkenal dalam dunia pemberitaan sebagai “Pria Misteri Maryland.” Tapi, kisah nyata seperti yang biasa terjadi, memiliki sirkulasi yang sangat kecil. Namun, setiap orang setuju dengan Jenderal Moncrief bahwa itu adalah “kriminal”, untuk seorang gadis cantik yang bisa menikahi pacar siapa saja di Baltimore, lalu memilih jatuh ke pelukan seorang pria yang sudah lima puluh tahun.”

Namun, dari tahun ke tahun, semakin Benjamin tua, wajahnya semakin terlihat muda. Dia bahkan sangat menikmati masa tuanya dengan bersenang-senang dan ketertarikan terhadap istrinya mulai hilang. Sampai akhirnya, anaknya pun menyuruh Benjamin memanggilnya dengan sebutan Paman. Hingga dia menjadi seperti anak kecil dan masuk ke sekolah TK sampai dia seperti kehilangan ingatan akan apa yang telah terjadi dalam hidupnya.

Cerita yang luar biasa dengan latar belakang kehidupan Amerika di awal abad 20. Benjamin Button bahkan sudah difilmkan pada tahun 2008 yang dibintangi oleh Brad Pitt, artis Hollywood tenar.  Dibandingkan dengan filmnya, cerita dibuku sangat berbeda. Mungkin ada banyak alasan mengapa mereka membuat cerita yang berbeda namun dengan kasus yang sama, tapi saya tidak kecewa membaca cerita pendek karangan F. Scott Fitzgerald.

Tidak ada kenangan yang mengganggu dalam tidur anak kecil itu. Tidak ada kenangan akan hari penuh keberanian diperguruan tinggi, tahun-tahun kejayaan ketika ia membingungkan para gadis. Hanya ada putih dinding tempat tidurnya, Nana, dan seorang pria yang datang untuk melihatnya, serta bola oranye besar yang disebut Nana "matahari" untuk menunjukkan sudah waktunya untuk tidur.

Jumat, 30 Mei 2014

The Extraordinary Cases of Detective Buran



THE EXTRAORDINARY CASES OF DETECTIVE BURAN
Penulis               :            Louie Buana dan Ran Jiecess
Ilustration          :            Hilman Fathoni / Ran Jiecess
Cover                 :            Ran Jiecess
Editor                 :            Anita Meilani Suyanto
Penerbit              :            BALIBOLA
Jumlah Halaman:            272 hlm.

Blurb :


“Baiklah. Kita sekarang telah sampai di bekas penyulingan minyak Bataafsche Petroleum Maatschappij,  tempat ‘mata air’ itu berada. Pada bulan Juli 1944, pasukan Jepang merangsek masuk ke tempat ini dan mengambil alih kilang minyak Belanda. Tujuan mereka untuk merebut sumber daya alam Indonesia berawal dari sini. Inilah ‘mata air’ yang dicari-cari pasukan pembawa panji Matahari Terbit Jepang!”
  “Aku sudah menduga tafsir kata mata air itu. Nah, dua arah dunia saling bertolak belakang itu sendiri maksudnya apa?” sambung Detektif Raza.
“Dua arah dunia itu merupakan penunjuk waktu, Detektif Raza. Kalimat ‘pintu gerbang selatannya’ sudah cukup gamblang untuk menginstruksikan kita pergi ke bagian belakang tempat penyulingan minyak ini. Dua arah dunia yang dimaksud itu ada di pergelangan tanganmu...” jawab Detektif Buana seraya menunjuk ke tangan kiri Detektif Raza.

Review :
      
Buku ini merupakan kumpulan cerita mengenai kasus-kasus yang harus dipecahkan duo detektif Buran. Mereka bekerja di Buran Investigation Bureau yang merupakan agensi pemecah misteri terkenal didunia. Buana dan Raza adalah duo detektif yang paling terkenal di Buran. Buana dan Raza memiliki keahlian masing-masing yang saling melengkapi. Buana memiliki kemampuan "perfect audio memory" atau kemampuan untuk mengingat segala hal yang pernah ia dengar,  sedangkan Raza memiliki kemampuan "perfect visual memory" atau kemampuan untuk mengingat segala hal yang pernah ia lihat. Profil mengenai karakter-karakter tokoh juga dicantumkan penulis di akhir cerita. Mereka juga sering dibantu oleh petuga-petugas Buran lainnya dalam memecahkan kasus-kasus sulit. Tak jarang mereka harus terbang kebeberapa negara untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Cerita petualangan yang cukup menegangkan dan tak lupa penulis juga membubuhkan unsur humor.
Buku ini memuat beberapa judul kasus yang dipecahkan duo detektif Buran, seperti dibawah ini:


·         Misteri Pencurian Tongkat Musa
Kasus ini mengenai seorang kurator museum yang sangat disiplin dan sombong melaporkan kehilangan barang di museum tempatnya bekerja pada BIB. Buana dan Raza pun segera terbang ke British Museum untuk menyelidiki kasus itu. Ternyata barang yang hilang adalah tongkat Musa yang selama ini disembunyikan dari publik dan menjadi rebutan bagi tiga agama besar didunia. Sang curator menginginkan jasa agen BIB karena ingin menjaga kerahasiaan barang dan kasus diselesaikan dengan cepat.


·         Misteri Labirin Badut
Badut adalah hal yang sangat ditakuti oleh Raza, namun kali ini Buana dan Raza harus menyelesaikan kasus tentang misteri Badut Pembunuh yang berkeliaran di labirin bawah tanah. Mereka di minta memecahkan kasus oleh seorang perempuan yang mengira nyawanya terancam. Namun yang terjadi ternyata tidak sesuai dugaan, nyawa Buana dan Raza malah terancam karena nekat mencari tahu soal labirin bawah tanah dan misteri harta karunnya.


·         Misteri Harta Karun Kaisar Hirohito
Dalam kasus ini, Buana dan Raza mencoba memecahkan kode yang telah bertahun-tahun lamanya terkubur dan masih menjadi misteri. Cerita ini menarik karena mereka harus memecahkan kode yang ada didalam lagu Bengawan Solo yang berhubungan dengan penjajahan masa Jepang yang dipimpin oleh Kaisar Hirohito ditahun 1944. Buana dan Raza harus menjelajahi berbagai tempat bersejarah di Indonesia dalam rangka menyelesaikan kasus ini dan menguak berbagai misteri sejarah dunia yang berhubungan dengan Indonesia pun tanah Sulawesi.


·         Murderer Inside Sleeping
Buana dan Ran diundang oleh seorang wanita Perancis yang kaya raya. Raza terus dihantui mimpi buruk tentang tempat yang ternyata mereka datangi di Perancis. Namun, Buana dan Raza makin curiga dengan wanita misterius bersama pengawal-pengawalnya yang mengundang mereka. Mereka kemudian terlibat dengan kasus pembantaian penyihir yang terjadi di desa itu sejak beratus tahun silam.

·         Misteri Selendang Nawang Wulan & Portal Gaib Segitiga Bermuda
Kali ini, Buana dan Raza harus menghadapi musuh-musuh yang kejam. Mereka terlibat kasus yang terkait dengan legenda rakyat masa lalu tentang selendang bidadari yang dicuri oleh Jaka Tarub agar si Jaka bisa menikah dengan bidadari itu. Mereka bahkan diculik dan terbang ke Segitiga Bermuda, tempat misterius yang paling terkenal didunia, sedangkan agensi BIB pun ikut dalam bahaya.

Membaca novel ini saya langsung teringat dengan novel sejarah sekaligus bergenre detektif seperti novel-novel karya Dan Brown. Tentang seorang professor bernama Robert Langdon yang menjelajahi dunia demi menguak misteri-misteri yang selama ini jarang diketahui publik. Membaca detektif Buran ini sangat menyenangkan bagi saya pecinta novel misteri. Selain itu, novel ini juga sarat sejarah. Sejarah-sejarah mengenai beberapa daerah di Indonesia. Mungkin ada banyak buku cerita mengenai sejarah Indonesia namun kemasan buku ini sangat apik dan menarik. Bahasanya pun tidak berat sebagaimana cerita sejarah pada umumnya sehingga mudah dipahami.

Sebagai orang Sulawesi asli, sejarah mengenai bugis sangat memberatkan perhatian saya. Ada beberapa hal yang baru saja saya tahu setelah membaca buku ini.

It’s easy. Aku melihatnya mengenakan sarung bermotif Bulukumba. Polanya berupa garis-garis berbentuk segi empat warna putih, merah di atas warna dasar hitam, namanya sarung Lipa’ Garusu’. Di Kalimantan Timur ini, ada banyak pendatang dari Suku Bugis-Makassar. Dulu, Sultan Badaruddin dari Sulu beristrikan seorang perempuan dari Bugis Soppeng sebelum menikah dengan putri raja Tidung. Hubungan ini menciptakan interaksi yang intens antara orang Sulu, Tidung dan Bugis. Orang-orang Bugis ini berbaur dengan penduduk lokal di Tarakan, namun tetap menjaga kuat tradisi serta bahasa mereka. Oleh karena tidak ada orang Tidung asli yang memakai sarung motif Lipa’ Garusu’, langsung saja aku tebak kalau dia orang Bugis. Ternyata benar, kan? Hahaha!” Detektif Buana tertawa puas.

Ide cerita penulis mungkin tidak orisinil tapi saya sangat suka cara penulis menyampaikan pengetahuan-pengetahuan sambil menceritakan petualangan tokoh. Saya bisa menebak kalau penulis juga tertarik mempelajari bahasa karena ada beberapa bahasa yang dicantumkan dalam percakapan para Detektif Buran ini. Buku ini memang sarat pengetahuan, jadi selain menikmati petualangan duo detektif Buran, kita juga banyak mempelajari hal baru mengenai sejarah Indonesia ataupun yang lain. Ada juga beberapa ilustrasi-ilustrasi lucu yang ternyata adalah bikinan penulis buku ini sendiri. Keren!

“Klenik? Klenik hanyalah kata lain untuk gejala alam yang belum mampu dipahami oleh ilmu pengetahuan manusia pada zamannya! Kode rahasia yang menunggu untuk kalian pecahkan itu tersembunyi di area Segitiga Bermuda. Di bawah lautan yang luas membentang ini. Kau juga tak dapat membohongi kami, Detektif Buana. Kalian berdua memiliki kemampuan perfect visual memory dan perfect audio memory. Tanpa hasil scan atau gambar selendang itu pun kalian bisa dengan mudah dan sempurna membayangkan detail-detail motifnya di dalam benak. Aku berani bertaruh kalian pasti akan terkejut dengan apa yang akan kami segera tunjukkan. Iman kalian terhadap sains akan tergoyah!” seringai Nero Wang. Ia mengeluarkan sebuah kompas dari saku celananya dan memeriksanya dengan seksama.


Selasa, 13 Mei 2014

The White Castle


THE WHITE CASTLE
Penulis                 :               Orhan Pamuk
Penerjemah        :               Fahmy Yamani
Penerbit              :               PT. Serambi Ilmu Semesta, Jakarta
Cetakan I            :               April, 2007
ISBN                    :               979 – 1112 – 75 – 4

Blurb

Cerita ini berkisah tentang kehidupan seorang asal Venesia yang konon menjalani kehidupan sebagai budak di Istanbul, Turki, pada sekitar abad ke-17.  Karena pengetahuannya yang luas, sang Tuan yang sangat mirip dengannya berusaha dengan segala cara menggali semua pengetahuan sekaligus menguras semua pengalaman hidup si budak. Tuan dan budak harus mengarang banyak cerita ajaib dan menafsirkan mimpi sultan mereka yang abdi, termasuk merancang sebuah senjata pamungkas yang hebat. Ketika senjata aneh yang dianggap pembawa sial itu gagal menaklukkan istana Putih, kehidupan mereka pun terancam, terutama di budak kafir itu. Pertukaran jati diri diantara keduanya, yang terjadi disepanjang kisah, diungkapkan dengan cara unik dan membuat pembaca bertanya-tanya apakah menjalani kehidupan orang lain memang bisa membuat kita bahagia.

Review

       Buku yang cukup berat untuk dipahami. Orhan Pamuk sukses membuat saya berpikir tentang diri saya sendiri karena membaca tulisannya. Seperti kebanyakan novel terjemahan lainnya yang sering saya keluhkan, bahwa terjemahan kadang membuang sedikit emosi penulis didalamnya. Namun, terjemahan The white Castle ini menurut saya cukup bagus, sangat bagus malah. Novel ini bercerita tentang seorang budak yang benar-benar merenung mengenai diri sendiri. Meskipun penulis tidak menyebutkan dengan jelas apakah tokoh utama di buku ini hanya satu orang  atau memang dua orang, tapi menurutku si tokoh utama memang mempunyai penyakit bipolar. Dia telah menciptakan dua tokoh dalam hidupnya yang ia mainkan sendiri, sebagai budak dan sebagai seorang yang merdeka. Dia banyak berkontemplasi mengenai kehidupannya.

Pada hari-hari itu aku adalah orang yang berbeda bahkan ibu, tunangan, dan teman-temanku memanggilku dengan nama yang berbeda. Sesekali aku masih bisa melihat sosok diriku yang dahulu dalam sejumlah mimpi, atau sosok yang sekarang kuyakini sebagai sosok diriku yang dulu, dan aku terbangun bermandikan keringat. …

      Episode demi episode ia jalani mulai ketika ia dipenjara  di Istanbul karena kapalnya dibajak oleh armada Turki. Kepintarannya itu membuat dia tidak dibunuh oleh Sultan yang menahannya. Awalnya dia dikenal sebagai penyembuh di penjara, hingga pada suatu hari Sultan sakit dan ia dengan sukses menyembuhkan sang pemimpin muda itu. Kemudian seseorang yang bernama Hoja yang sangat mirip dengannya, menyelamatkannya dari penjara dan menjadikannya budak. Mereka pun mulai beraksi bersama.

     Mereka banyak saling bertukarpikiran dan jati diri. Nama mereka juga mulai cemerlang ketika mereka membuat kembang api dalam perayaan kerajaan hingga mereka berhasil memberikan solusi atas wabah yang menimpa rakyat Sultan. Mereka menjadi sering ke istana hingga ikut dalam peperangan merebut wilayah. Namun, nama Hoja-lah yang kerap kali tampil saat pekerjaan mereka berhasil, padahal pekerjaan itu sedikit banyak dilakukan oleh sang budak. Keikutsertaan mereka dalam Perang karena obsesi Hoja pada keberhasilan senjata yang ia ciptakan, ia selalu yakin akan ciptaannya itu bisa membantu Sultan. Namun sayangnya senjata itu hanya membawa sial bagi mereka dan Sultan seperti yang diramalkan oleh orang-orang disekitar mereka. Sultan sendiri kagum atas kecerdasan dan kemiripan mereka berdua.

Ketika melihat seorang pasien yang dirantai, aku tidak bisa menahan diri untukbertanya kepada dokter tentang pasien itu: Pasien lelaki itu pernah jatuh cinta, menjadi gila dan mengira bahwa dia itu orang lain seperti kebanyakan orang gila pada umumnya. 

      Saya sangat suka pada bab dimana tokoh dalam cerita ini harus menuliskan tentang diri mereka sendiri. Ketika mereka mulai mempertanyakan diri sendiri, menuliskan satu bab cerita dengan judul “Mengapa Aku adalah Aku” dan alhasil cerita yang tertulis adalah hanya cerita mengenai orang-orang disekelilingnya. Kukira itu terjadi pada diri saya, kerapkali. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan mengenai perenungan tentang diri sendiri yang didapatkan dalam buku ini.

Tentu saja seseorang tidak bisa menemukan siapa dirinya dengan hanya memikirkannya, atau hanya dengan melihat ke cermin; aku mengatakannya karena saat itu aku marah hingga ingin membuatnya kesal. Namun, tampaknya dia tidak percaya: dia mengancam untuk mengurangi jatah makanku, bahkan mengunciku didalam kamar jika aku tidak membuktikan keberanianku. Aku harus mencari tahu siapa diriku dan menuliskannya. Dia akan melihat bagaimana cara aku melakukannya, akan melihat seberapa banyak keberanian yang kumiliki….

“Sekarang kamu memandang ke sekelilingmu,persis seperti yang dilakukanny. Jadilah diri sendiri!” Jika aku tertawa karena terkejut, dia melanjutkan,”Nah, begitu lebih baik, bravo! Apa kalian tidak pernah becermin bersama-sama?” Lalu, dia bertanya siapa diantara kami berdua yang bisa menjadi diri sendiri saat kami menatap cermin.

     Saya juga sempat merasa bosan membaca buku ini di akhir-akhir cerita hingga saya percepat karena tidak mencapai klimaks apapun. Ceritanya hanya berputar-putar mengenai kehidupan dua tokoh ciptaan itu saja yang berusaha menyenangkan Sultan. Namun yang membuat saya tidak berhenti membacanya adalah karena rasa penasaran tentang akhir hidup si tokoh cerita ini.